INTERNASIONAL

Film Muslim Turky Dirilis Ertugrultak , Meledak di Dunia

Kisah yang memberikan inspiration, sehingga film ini ditonton di mana mana

BARUNEWS.COM – Drama televisi sejarah Turki, Dirilis Ertugrul (Kebangkitan Kembali Ertugrul) meledak di Pakistan sejak seri drama ini ditayangkan televisi milik pemerintah pada April lalu.

Seri ini berkisah tentang pemimpin Muslim Turki di abad ke-13, Ertugrul, yang anaknya, Osman Ghazi, dianggap sebagai pendiri Kekhalifahan Utsmaniyah.

Drama ini menggambarkan keberanian Muslim Turki saat bertempur melawan pasukan Mongol, tentara Kristen, tentara Bizantium dan pada Ksatria Templar di Semenanjung Anatolia.

Warga biasa, politisi, selebritas, dan pengamat beramai-ramai mengomentari tayangan yang sangat populer ini.

Ada yang mengatakan kehadiran Dirilis Ertugrul mengancam budaya Pakistan, namun ada pula yang menganggap drama ini membangkitan kecintaan masyarakat terhadap para pahlawan Islam. Sejatinya, ini bukan drama Turki pertama yang populer di Pakistan.

Yang membedakan Dirilis Ertugrul– sering digambarkan sebagai Game of Thrones versi Islam – dengan drama Turki lain adalah, Dirilis Ertugrulsecara khusus dipromosikan oleh Perdana Menteri Imran Khan.

Ada yang berpandangan, Khan sengaja mempromosikan Dirilis Ertugrul“untuk kepentingan pribadi dan politik”. Karena faktor PM Khan ini, Dirilis Ertugrulmenjadi sangat populer di Pakistan.

Ia secara khusus meminta televisi pemerintah, PTV, menyiarkannya dan mengajak masyarakat beramai-ramai menonton drama ini. Alasannya, menurut PM Khan, drama ini bisa membantu masyarakat di Pakistan “memahami peradaban Islam”.

‘Masyarakat Muslim yang ideal’

Dirilis ErtugrulHak atas fotoAAMIR QURESHI
Image captionSatu keluarga di Islamabad menonton drama sejarah Turki Dirilis Ertugrul.

Sejak ia mengeluarkan pernyataan ini, Dirilis Ertugrulyang di Pakistan diubah menjadi ErtugrulGhazi (Ksatria Ertugrul), memecahkan jumlah penonton.

Dalam rilis BBC Indonesia, Sejumlah pengamat mengatakan, Khan mendukung penuh drama Turki ini karena beririsan dengan upaya memasyaratkan nilai-nilai Islam. Khan bercita-cita ingin menjadikan Pakistan sebagai masyarakat Islam yang ideal.

Baca Juga  Penyaluran BST Sudah Mencapai Rp3,96 Triliun

Sejak ia menjadi perdana menteri, Khan selalu mengatakan dirinya ingin “menjadikan Pakistan seperti masyarakat Muslim di Madinah yang dibangun oleh Nabi Muhammad”.

Para pengamat meyakini, ada “tujuan lain yang lebih besar” dari penayangan seri drama Dirilis Ertugrul.

Surat kabar Dawn menulis alasan mengapa ada promosi gencar Dirilis Ertugrul”mungkin adalah pertemuan di balik layar antara PM Khan dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Mahathir Mohamad (ketika itu PM Malaysia) di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB”.

Pada September 2019, Khan bersama Erdogan dan Mahathir melempar wacana mendirikan saluran TV “untuk menangkap apa yang mereka sebut sebagai makin maraknya Islamofobia”.

Erdogan memuji drama ini dan menyebut drama ini “telah masuk ke hati” rakyat Turki.

Artikel di situs The Diplomat menyebut, dengan mempromosikan Dirilis Ertugrulmungkin PM Khan juga ingin “makin populer secara politik di Turki”. Dalam beberapa tahun terakir, Khan menguatkan kerja sama bilateral dengan negara tersebut.

Sudah bisa diperkirakan, tak semua pihak setuju dengan langkah PM Khan mempopulerkan drama sejarah Turki ini.

Seperti dikutip Dawn, politisi oposisi Mushtaq Ahmad Khan di parlemen mengatakan, “Anda tak bisa membangun masyarat, seperti masyarakat Muslim di Madinah [hanya] dengan menayangkan Ertugrul.”

Situs berita Naya Daur mengatakan drama Turki ini “mengagungkan Kekhalifahan Utsmaniyah”.

Perangi Islamofobia dan mereka yang khawatir karena ada adegan kekerasan

Imran KhanHak atas fotoREUTERS
Image captionPM Imran Khan meminta agar Dirilis Ertugrul ditayangkan di televisi nasional milik pemerintah.

Tapi satu artikel di harian The Nation menyebutkan drama Dirilis Ertugrultak masalah jika dikatakan “mengagugkan pahlawan, sejarah dan etika Islam”.

Baca Juga  Kristen Stewart akan memerankan Putri Diana dalam film baru Spencer

Pengamat mengatakan, drama ini diterima karena selama ini Islam dan Muslim biasanya diberitakan secara negatif di media.

“Muslim merindukan citra yang kuat dan positif di media secara global. Dan sepertinya Dirilis Ertugrulbisa memenuhi kerinduan tersebut, kerinduan untuk melihat citra Muslim yang positif,” demikian opini yang dimuat di situs berbahasa Inggris, The Global Village Space.

Bagi wartawan Aamna Haider Isani, yang biasa menulis untuk The News Daily, drama sejarah Turki seperti ini “sangat penting untuk memerangi Islamofobia di dunia”. Namun, aktivis bernama Pervez Hoodbhoy tidak sependapat.

“Jika drama ini dimaksudkan untuk membantu menampilkan wajah Islam yang damai dan untuk memerangi Islamofobia, maka yang didapat justru sebaliknya,” kata Hoodbhoy dalam tulisan di surat kabar Dawn.

Ia mengatakan ada adegan-adegan kekerasan di drama ini seperti pemenggalan kepala. Selain itu, kata aktivis yang kini menjadi politisi Jibran nasir, drama sejarah Turki “menyebabkan krisis identitas bagi warga Pakistan”.

Di luar polemik yang dipicu meledaknya Dirilis Ertugrulmedia Turki menyambut baik perkemangan di Pakistan tersebut.

Pada akhir Mei, kantor berita yang didanai pemerintah Turki, Anadolu, mengutip pendapat warga di Pakistan yang menyebut Dirilis Ertugrul“telah berhasil mengibarkan bendera Islam” dan menunjukkan “bagaimana semestinya pemimpin Muslim bertindak”.

Yang lain mengatakan minimnya konten dalam negeri yang berkualitas membuat Dirilis Ertugrulsangat populer. Industri hiburan TV di Pakistan sebenarnya sangat berkembang, namun tak banyak yang melirik konten yang mengandung nilai-nilai Islam.

Tak heran juga kehadiran dan popularitas Dirilis Ertugrulmembuat produser acara di Pakistan khawatir dan merasa terancam. Kini muncul seruan agar pelaku industri hiburan televisi di Pakistan juga mulai membuat konten seperti Dirilis Ertugrul.

Editor: Bangun Lubis

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close