EKONOMI

UMKM Kesulitan di Masa Pandemi, Yuk .. Lihat Tips Bertahan Dalam Usaha

BARU NEWS – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat nyata di temui dalam kehidupan sehari hari. Usaha tersebut sangat mempengaruhi bagi perekonomian kita secara makro.

Namun, usaha UMKM tak luput dari permasalahan yang dihadapi saat pandemi Covid19 ini. Oleh karena itu, D’Consulting menggelar webinar dengan tema “Strategi Mengelola Manajemen UMKMĀ  DI Tengan Pandemi Covid-19” Via Apk Zoom dengan menghadirkan Konsultan Bisnis Nasional Perwakilan HIPMI Sumsel, Akademisi dan oelaku UMKM, Sabtu (27/06/2020)

CEO D’Consulting Business Consultant, Dedy Sidarta, BKP, CFP, PFM mengatakan ada beberapa tips yang harus dilakukan oleh UKM di saat kondisi pandemi sekarang ini agar dapat terus bertahan usaha yang dijalani.

Pertama UMKM harus membuat laporan proyeksi laba rugi selama dua hingga tiga bulan kedepan, “dari proyeksi nanti akan lihat kedeoan apakah pendapatan, biaya dan laba (rugi) malah menjadi rugi langkahnya harus
Estimasikan persenan naik atau turun, pisahkan biaya tetap seperti listrik dan tidak tetap seperti pasang iklan, hilangkan biaya yang tidak tetap dan biaya tetap hingga usaha tetap berjalan maksimal agar usaha tetap berjalan,” Ungkapnya dalam diskusi yang diikuti oleh puluhan pelaku UMKM.

Baca Juga  Sri Mulyani ada feeling Ekonomi Pulih Kuartal III 2020

Kedua yaitu penghematan beberapa biaya di berbagai lini usaha, seperti biaya marketing (biaya iklan, promosi dan biaya entertainment). Biaya operasional seperti biaya gaji dan thr (bukan phk tetapi negoisasi biaya gaji pegawai), biaya rumah tangga kantor dan biaya ATK. Biaya HRD seperti penghematan biaya pelatihan offline, biaya tenaga biaya, biaya perekrutan tenaga kerja.

Ketiga, UMKM harus mengefisiensi biaya bahan baku. Terlebih melihat kondisi seperti ini, UKM harus mengatur aset yang ada di perusahaan kita dengan berbagai cara yaitu Menghitung buffer stock atau menghitung stok minimal dan manimal, agar tidak kekurangan stock dan menjaga agar jangan terlalu banyak persediaan. Kemudian mengatur manajemen supply chain.

Keempat, percepatan pembayaran piutang usaha, piutang usaha adalah orang beli produk kita namun tidak langsung dibayar.
“Bagaimana agar piutang anda dibayar cepat? Dengan cara bernegoisasi pada konsumen agar dapat membayar hutang tersebut. Lalu berikan opsi diskon, atau bonus barang. Untuk langkah selanjutnya, usahakan pembayaran didepan atau sistem PO,” ungkapnya.

Baca Juga  Erick: Indonesia Harus Adaptif Agar Bertahan di Masa Pandemi

Kelima, Jangan dulu membuat penambahan capex atau belanja modal. Jika penjualan produk tidak dalanm kondisi menaik diharapkan menahan untuk tidak belanja bahan.

Keenam. Negoisasi hutang ke bank atau supplier. Diperlukan negoisasi agar kondisi ekonomu yang ada sedang tidak kondusif selayaknya untuk menjaga keuangan usaha anda atau bisa meminta tempo lebih lama.
“terkadang beberapa pelaku usaha memiliki hutang, dan dalam kondisi seperti ini sulit untuk membayar hutang tersebut,”katanya.

Keenam. Mengubah strategi baru penjualan atau sales dan marketing. Sebagai contoh, dulu customer datang namun sekarang bagaimana kita menelpon customer dan kirim barang, jika dulu makan ditempat sekarang dipikirkan untuk delivery kerumah. Konsen yang penting di masa pandemi ini yaitu kehigeinisan barang tersebut. “Hal paling penting dalam berusaha yaitu memunculkan ide ide baru dan mengupdate ilmu agar tetap menarik perhatian pembeli,” Katanya.

Reporter/Editor: Tri Jumartini

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close