NASIONAL

Virus Babi Kini Mengintai, Indonesia Tingkatkan Kewaspadaan

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian,meningkatkan pengawasan terhadap hewan-hewan serta produk hewan yang masuk Indonesia yang berpotensi membawa penyakit

BARUNEWS.com – Ini sebuah kondisi yang begitu menakutkan kita, akibat adanya wabah yang menyebar. Usai Covid-19, ini adalagi virus G4 EA H1N1 , yang dikabarkan mewabah . Boleh dikatakan, karena memiliki sejumlah potensi yang memungkinkan untuk menyebar virus belakangan ini, disebut karena tata cara hidup yang kurang sehat dan pemeliharaan hewan yang kurang sehat.

Memang tidak disinggung-singgung soal ini, namun terlihat dari tatacara mereka amakan yang kurang higenis dan pemeliharaan terhadap hewan yang kurang sehat, bisa menimbulkan terjadinya virus yang menebar ke mana-mana.

Akibat dari itu, kini pemeritah semua negara berjaga-jaga. Pun Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian,meningkatkan pengawasan terhadap hewan-hewan serta produk hewan yang masuk Indonesia yang berpotensi membawa penyakit.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, menjelaskan bahwa para petugas karantina meningkatkan pengawasan sebagai bentuk antisipasi terhadap temuan sebuah galur (strain) virus flu baru yang berpotensi menjadi pandemi.

Galur virus yang disebut G4 EA H1N1 itu dibawa oleh babi, namun dapat menjangkiti manusia. “Pengawasan sistematis terhadap virus influenza pada babi adalah kunci sebagai peringatan kemungkinan munculnya pandemi influenza berikutnya. Kita akan siapkan rencana kontingensinya juga,” kata Ketut dilansir BBC dari kantor berita Antara di Jakarta, Kamis (02/07-2020).

Baca Juga  Forum Rektor Minta Pemerintah Tanggung Biaya Internet Mahasiswa dan Dosen

Ketut menjelaskan bahwa pihaknya juga akan terus memperkuat kapasitas deteksi laboratorium kesehatan hewan di Indonesia, serta meminta jejaring laboratorium tersebut untuk melakukan surveilans untuk deteksi dini penyakit dimaksud.

Sebelumnya, kepada BBC, Prof Kin-Chow Chang, yang bekerja di Universitas Nottingham, Inggris, mengatakan dia dan kolega-koleganya menemukan galur virus flu baru yang dibawa oleh babi.

Mereka khawatir virus yang disebut G4 EA H1N1 itu bisa bermutasi lebih jauh sehingga bisa menular dengan mudah dari satu orang ke orang lain dan memicu wabah penyakit sedunia.

Baru-baru ini para ilmuwan menemukan bukti penularan pada manusia yang bekerja di penjagalan dan industri peternakan babi di China.

Sejauh ini virus tersebut belum menimbulkan ancaman besar, namun menurut Prof Kin-Chow Chang dan kolega-koleganya yang tengah menelitinya, virus itu patut diawasi.

Masyarakat bingung

Menurut Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, temuan virus flu babi ini sempat membuat masyarakat bingung, karena menganggap flu babi sama dengan demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Baca Juga  Arsam Edwin Lubis: PTPN III Bergerak cepat melalui sosialisasi terobosan pencapaian target

Ketut menegaskan bahwa flu babi dan demam babi Afrika adalah dua penyakit yang berbeda. “Kasus penyakit pada babi yang ada di Indonesia pada saat ini adalah ASF dan bukan flu babi,” kata dia.

Sejak akhir 2019, kasus ASF dilaporkan di Indonesia tepatnya di Sumatera Utara. Kementan pun terus memantau perkembangan kasusnya, dan berdasarkan data yang ada, tidak pernah ada laporan kejadian ASF menular pada manusia.

Ketut memastikan bahwa sejak ASF mulai dilaporkan di China pada 2018, Kementan secara konsisten terus melakukan pengendalian dan menyosialisasikan tentang ASF ke provinsi/kabupaten/kota melalui edaran dan juga sosialisasi secara langsung, pelatihan, dan simulasi.

Ketut menerangkan bahwa pada saat ini, kasus flu babi khususnya galur baru seperti pada pemberitaan, belum pernah dilaporkan di Indonesia.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait flu babi ini. Pemerintah akan terus memantau dan berupaya agar penyakit ini tidak terjadi di Indonesia,” kata dia, seperti dilansir BBC Indonesia 

Editor: Bangun Lubis

Iklan dan Bisnis Hub : Hp. 081338877518 (WA), Email: redaksibarunews@gmil.com 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close