LIFESTYLETEKNO

Serat Jadi Salah Satu Bagian dari Sistem Imunitas Tubuh

Mengonsumsi makanan bergizi 4 sehat 5 sempurna

Imunitas adalah mekanisme tubuh manusia untuk melawan, mengusir dan memusnahkan benda asing yang masuk ke dalam tubuh manusia.

BARUNEWS – Benda asing bisa berupa bakteri, virus, organ transplantasi dll dan jika ditransplantasikan ke dalam tubuh maka tubuh akan menolaknya karena benda asing tersebut dianggap bukan sebagai bagian dari jaringan tubuh.

Benda asing tersebut dianggap sebagai pendatang (invader) yang harus diusir. Oleh karena itu, fungsi sistem imun perlu senantiasa dijaga agar imunitas tubuh kita kuat dengan cara sebagai berikut: 1. Mengonsumsi makanan bergizi 4 sehat 5 sempurna   Makanan 4 sehat 5 sempurna adalah menu makanan yang lengkap dan mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

Dalam konsep 4 sehat 5 sempurna, makanan dipecah atas empat sumber nutrisi penting, yakni makanan pokok, lauk pauk, sayur-mayur, buah-buahan, dan disempurnakan dengan susu bila mampu. Konsep ini menekankan pentingnya sebagai  sumber kalori guna tenaga, protein guna pembangun, sayur dan buah sumber vitamin dan mineral guna pemeliharaan.

Pada saat wabah COVID-19 ini konsumsi makanan yang kaya akan antioksidan, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan lebih ditingkatkan karena dapat membantu tubuh melawan radikal bebas yang mengganggu kerja sistem imun sehingga imunitas tubuh menurun dan mudah terpapar COVID-19.

Rempah rempah seperti kunir, temulawak, bawang dan jahe juga baik untuk dikonsumsi menaikkan sistem imun  karena kandungannya diyakini dapat membantu tubuh melawan infeksi dan meredakan peradangan. 2. Berolahraga dengan rutin Olahraga juga terbukti mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan meredakan peradangan.

Namun, perlu Anda ingat, olahraga yang dilakukan secara teratur memiliki efek yang lebih baik terhadap sistem imun dibandingkan olahraga yang hanya sesekali. Jadi, sempatkanlah untuk berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari atau minimal seminggu 3-4 kali. Waktu olah raga bisa pagi hari atau sore hari. Menjaga daya tahan tubuh diyakini bisa menghalau infeksi virus.  Kerja dari rumah (work from home) dan isolasi mandiri yang diterapkan selama wabah korona ini justru membuat tubuh rentan minim aktivitas.

Baca Juga  Menteri ESDM Resmikan 10 pembangkit listrik tersebar dengan total kapasitas 555 Megawatt (MW)

Kita kurang gerak malah menurunkan imun kita sehingga meningkatkan risiko infeksi jika kita tidak olah raga secara rutin dengan intensitas sedang salah satu contoh jalan cepat sehingga tubuh akan merilis hormon stres menurunkan inflamasi, fungsi microbial killing, meningkatkan hemostasis (mekanisme tubuh untuk melindungi diri dari proses pendarahan), juga meningkatkan sitokin (sel imunitas tubuh). Olahraga bisa merangsang kinerja antibodi dan sel-sel darah putih bisa bersirkulasi lebih cepat .

Sel darah putih merupakan sel kekebalan tubuh yang melawan berbagai penyakit.  3. Berjemur di pagi hari  Pagi hari dianggap sebagai waktu yang paling tepat untuk berjemur di bawah sinar matahari. Di waktu inilah, banyak orang meyakini bisa mendapatkan asupan vitamin D gratis secara alami dan bisa rutin kita dapatkan karena tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin D dengan sendirinya.

Apalagi kandungan vitamin D nyatanya cukup terbatas hanya dari jenis-jenis makanan tertentu, seperti kuning telur dan susu. Manfaat berjemur di matahari sebagai berikut: Diberitakan ayosemarang.com, disebutkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Kandungan vitamin D dari sinar matahari yang terbentuk akibat paparan sinar matahari dapat membantu mencegah infeksi pada tubuh dan melawan penyakit, seperti penyakit jantung, multiple sclerosis, beberapa jenis penyakit autoimun dan kanker, serta flu. Bukan tidak mungkin bila rutin berjemur di bawah sinar matahari setiap hari dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga kita akan terhindar dari virus corona covid-19.
Sementara itu, Dokter Hilna Khairunisa Shalihat, spesialis gizi klinik, pahlawan alias hero melawan paparan Covid-19 sesungguhnya adalah diri sendiri melalui bantuan sistem imunitas tubuh. Hilna mengibaratkan, sistem imun sebagai prajurit garda depan yang pertama kali bakal menghadang virus yang hendak masuk ke tubuh. Itu sebab, penting untuk menjaga sistem imun lewat konsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang.

Baca Juga  Hal ini perlu diperhatikan tingkatkan Kesehatan Mental

Selain itu, katanya pada CNNIndonesia.com,  ‘posko’ dari sistem imun juga penting untuk diperhatikan. Hilna mengungkapkan, sekitar 70 persen sistem imunitas tubuh menghuni saluran cerna atau disebut Gut Associated Lymphoid Tissue (GALT).

“Tempat tinggal sistem imun ini harus dalam kondisi baik, caranya dengan memperbaiki sistem pencernaan,” kata Hilna dalam webinar bersama FibreFirst, beberapa waktu lalu. Karena itu dia pun menyarankan, konsumsi serat sebanyak 25-25 gram per hari agar sistem pencernaan baik.

Menilik program ‘Isi Piringku’ dari Kementerian Kesehatan, porsi serat digambarkan memenuhi setidaknya setengah piring. Serat akan menutrisi sel usus sehingga sel-sel usus berkembang baik, meningkatkan koloni bakteri baik dan, menciptakan keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat.

Bukan hanya itu, serat bermanfaat untuk mempertebal mukosa usus sehingga bakteri sulit menembus usus. Serat pun membawa fungsi detoksifikasi yakni dengan melancarkan buang air besar.

Bersama proses buang air besar, sisa racun dari makanan bisa terbuang dan pencernaan pun sehat. “Nah pencernaan sehat ini kunci imunitas kuat beserta bonus-bonusnya,” imbuh dia lagi.

Apa saja bonusnya? Hilna menambahkan saat asupan serat cukup dan pencernaan sehat maka kadar gula darah stabil, bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga berat badan terkendali.

Bangun Lubis

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close