INTERNASIONAL

Jaksa Agung AS: China Terlibat dalam ‘Serangan Ekonomi’

BARUNEWS.com – Jaksa Agung William Barr, Kamis (16/7), China terlibat dalam “serangan ekonomi” untuk menggantikan Amerika Serikat sebagai satu-satunya negara adikuasa di dunia. Barr juga menyampaikan teguran kepada bisnis-bisnis Amerika karena tunduk pada tekanan China demi mengejar keuntungan.

Dari Hollywood ke Lembah Silikon, bisnis Amerika “juga telah membiarkan diri mereka menjadi pion pengaruh China,” klaim Barr dalam pidatonya di Museum Kepresidenan Gerald R. Ford di Grand Rapids, Michigan.

Sementara Hollywood “secara teratur menyensor film-filmnya sendiri untuk menyenangkan Partai Komunis China (CCP),” perusahaan teknologi seperti Google, Microsoft, Yahoo dan Apple “telah menunjukkan diri mereka semua terlalu bersedia untuk berkolaborasi” dengan CCP, kata Barr.

Voa melansir, bahwa pernyataan itu disampaikan di tengah-tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika dan China atas sejumlah masalah, mulai dari pandemi virus corona hingga kedaulatan Hong Kong dan kehadiran militer China di Laut Cina Selatan.

Baca Juga  No regrets: Wounded Hong Kong police vow to keep enforcing law

Presiden Donald Trump telah mengambil sikap yang semakin galak terhadap Beijing, dan menyalahkan negara itu karena pada awalnya menutup-nutupi virus corona dan merongrong otonomi Hong Kong dengan memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang ketat.

Mengutip AFP, dia menuduh pemerintah China melakukan pendekatan “merkantilis” dalam berbisnis dan berdagang dengan menggunakan segala hal mulai dari regulasi dan manipulasi mata uang sampai pencurian kekayaan intelektual dan serangan siber yang disponsori negara guna mendapatkan keuntungan komersial.

“Jelas RRC berusaha tidak hanya bergabung dengan jajaran ekonomi industri maju lainnya, namun juga berusaha menggantinya sama sekali,” kata pejabat tertinggi hukum AS itu. Barr memperingatkan bahwa China akan memanfaatkan globalisasi untuk menyebarkan ideologi politiknya. “Globalisasi tidak selalu menuju ke arah kebebasan yang lebih besar,” kata dia.

“Sebuah dunia yang berbaris mengikuti tabuhan dram Komunis China tak akan ramah terhadap institusi-institusi yang tergantung kepada pasar bebas, perdagangan bebas, atau pertukaran gagasan bebas.”

Baca Juga  Wali Kota Seoul Tewas, Tinggalkan Surat Wasiat

Dia memperingatkan bahaya ketergantungan AS kepada China dalam menghasilkan barang-barang penting seperti pasokan medis, dan mengecam perusahaan-perusahaan besar AS seperti Apple dan Disney karena tunduk kepada tekanan China sehingga menyerah memberikan rahasia, mengorbankan nilai-nilai mereka, dan menyensor produk mereka sendiri.

“Jika Disney dan perusahaan-perusahaan Amerika lainnya terus tunduk kepada Beijing, maka mereka berisiko merusak daya saing dan kemakmuran masa depannya sendiri, serta tatanan liberal klasik yang telah membuat mereka berkembang.”

Dia, sebaliknya, memuji perusahaan-perusahaan teknologi seperti Facebook, Google, Twitter, Zoom, dan LinkedIn karena menyatakan bahwa mereka tak akan mematuhi permintaan data pengguna dari pemerintah China setelah Beijing memberlakukan undang-undang keamanan baru di Hong Kong.

“Jika mereka bersatu, mereka akan memberikan teladan yang layak bagi perusahaan-perusahaan Amerika lainnya dalam menentang pemerintahan korup dan diktatorial Partai Komunis China,” kata Barr.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close