INTERNASIONAL

Inggris Gabung Amerika Perang Lawan China

Sikap ini diambil dalam masa terakhir ini

BARUNEWS.com  – China memperingatkan Inggris agar tidak mengerahkan kapal induk mereka ke perairan Indo Pasifik untuk bergabung bersama Amerika Serikat.

Hal itu diungkapkan Duta Besar Beijing untuk London, Liu Xiao Ming merespons rencana Militer Inggris yang siap bergabung dengan AS dan Jepang di Indo Pasifik untuk melawan China. Inggris siap mengerahkan kapal induk HMS Queen Elizabeth ke perairan tersebut.

“Setelah Brexit saya pikir Inggris masih ingin memainkan peran penting di dunia,” kata Liu Xiao Ming kepada The Times Sabtu (18/7).

Liu mengatakan langkah tersebut sangat berbahaya, terutama setelah Inggris kini berdiri seorang diri usai berpisah dengan Uni Eropa.

“Itu bukan cara untuk memainkan peran penting,” ujarnya seperti dikutip dari AFP.

Namun demikian, agaknya Inggris tetap saja akan menguatkan sikap ingin perang dengan China dan bergabung Amerika.

Baca Juga  Ditengah Pandemi, Siswi di Palembang Ini Raih Prestasi Hingga Level Internasional

Sebagai mana ditulis The Australian mengutip The Times, kapal perang induk Inggris HMS Queen Elizabeth, akan bergabung dengan militer Amerika Serikat dan sekutu di kawasan itu.

Hal ini disebutkan sumber media tersebut sebagaimana dikutip Jumat (17/7/2020). Kapal induk senilai US$ 5,6 juta tersebut memuat 1600 kru, dilengkapi jet perang dan helikopter.

Selain HMS Queen Elizabeth, kapal perang lainnya Prince of Wales juga akan ditempatkan di wilayah tersebut. Sebelumnya sejak 1971, Inggris memang memiliki aliansi militer dengan Singapura, Malaysia, Australia, Selandia Baru.

Nama Inggris-pun sempat disebut dalam koalisi bersama menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut, sebagaimana dikutip dari Eurasian Times. Bukan hanya Filipina, India juga akan melakukan navigasi bersama di kawasan.

Baca Juga  Cerita Muslim di Amerika: Melihat Keunikan Kota Dearborn di Michigan

Gabungnya Inggris mendapat perhatian China. Sebagaimana dikutip dari The Global Times, peneliti senior di Lembaga Penelitian & Studi Militer Laut Tentara Nasional China (PLA) mengatakan Inggris mencoba mencari perhatian dengan masalah Laut China Selatan.

“Tampaknya Inggris telah menjadi antek AS. Posisi Inggris yang tidak koheren pada Cina menunjukkan bahwa mereka telah kehilangan sikap kekuatan utama, serta posisi dan sikap independensinya,” ujar Zhang Junshe.

Sebelumnya klaim China pada 80% kawasan Laut China Selatan membawa polemik. Sejumlah negara bersitegang dengan China seperti Vietnam, Filipina, Brunei, Malaysia.

Hal ini membawa AS masuk ke kawasan dengan dalih mengamankan kebebasan perairan. Di Laut China Timur, China juga bersengketa dengan Jepang.

 

Bangun Lubis

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close