EKONOMI

Holding Asuransi BUMN Peluang dan Tantangan

Oleh : Ali A Lubis

Holding Asuransi akhirnya resmi terbentuk setelah keluarnya payung hukum berupa Peraturan  Pemerintah ( PP) No: 20 Tahun 2020, Tentang : Penambahan Penyertaan Modal Negara ke dalam  Modal Saham PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia ( BPUI).

PT. Badan Pembinaan Usaha Indonesia ini akan berperan sebagai induk ( Holding) dengan membawahi empat anak Perusahaan Asuransi BUMN, yaitu PT. Asuransi Jasa Indonesia , PT.
Asuransi Jasa Raharja , PT. Asuransi Kredit Indonesia dan PT. Penjaminan Kredit Indonesia .

PT. Asuransi Jasa Indonesia adalah perusahaan Asuransi BUMN yang bergerak dibidang asuransi  Umum dan pada tahun 2002 membentuk Divisi Asuransi Keuangan dengan fokus produk Kontra  Bank Garansi, Penjaminan SKBDN dan Letter of Credit.

PT. Asuransi Jasa Raharja adalah Perusahaan Asuransi BUMN yang bergerak dibidang Sosial yang
menjamin perlindungan atas korban kecelakaan lalulintas baik di darat, laut maupun udara dengan Payung Hukum Undang Undang No. 33 dan 34 tahun 1964 jo Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 1965.

PT. Asuransi Kredit Indonesia adalah Perusahaan BUMN yang bergerak dibidang penjaminan khususnya Kredit Usaha Kecil yang awalnya adalah sebagai anak perusahaan Bank Indonesia ( BI)
yang akhirnya pada saat pemerintah meluncurkan program pinjaman Kredit Usaha Rakyat ( KUR) dan menugaskan Askrindo sebagai lembaga penjamin KUR kepada pihak perbankan yang
menyalurkannya, dengan payung Hukum Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2007 .

Pada Tahun 2010 ahkirnya Bank Indonesia melepaskan kepemilikan seluruh sahamnya kepada Pemerintah Republik Indonesia, sehingga yang menjadi pemegang saham terakhir adalah pemerintah melalui Departemen Keuangan Republik Indonesia.
PT. Penjaminan Kredit Indonesia (d/h Perum Jamkrindo ) adalah perusahaan BUMN yang bergerak dibidang Penjaminan Kredit dengan payung hukum Peraturan Pemerintah (PP) No. 41 Tahun 2008 , dengan salah satu usaha yang dijalankan adalah memberikan bantuan konsultasi manajemen, baik pada saat sebelum proses penjaminan, masa penjaminan maupun setelah masa penjaminan dengan harapan usaha UMKM dapat berjalan lancar dan bisa memenuhi kewajibannya kepada kreditur.
Tidak dapat dipungkiri bahwa terjadi tumpang tindih dalam pengelolaan bisnis pada tiga perusahaan BUMN yang bergerak dibidang Asuransi dan Penjaminan, yaitu PT.Asuransi Jasa Indonesia, PT.

Baca Juga  Trump Bakal Larang TikTok di AS

Asuransi Kredit Indonesia dan PT. Jaminan Kredit Indonesia.
PT. Asuransi Jasa Indonesia yang semula bergerak dibidang Asuransi Umum ( General Insurance ) pada tahun 2002 akhirnya tergiur untuk membuka Divisi baru yaitu Divisi Asuransi Keuangan dengan garapan bisnis /produk Penjaminan Kontra Bank Garansi, Penjaminan SKBDN ( LC Lokal dan asuransi Penjaminan LC ( Letter of Kredit) yang nota bene dipasarkan juga oleh PT. Asuransi Kredit Indonesia
dan PT. Penjaminan Kredit Indonesia yang sebelumnya bernama Perum jamkrindo.

PT. Asuransi Ekspor Indonesia ( ASEI ) yang sahamnya dimiliki oleh perusahan BUMN dibidang Rasuransi yaitu PT. Indo Re ikut menggarap bisni Asuransi / Penjaminan yang telah digarap oleh PT,
Asuransi Kredit Indonesia, PT. Asuransi Jasindo dan PT. Penjaminan Kredit Indonesia ( Jamkrindo).

Pada tahun 2013 PT. Asuransi Kredit Indonesi ( Askrindo ) juga mulai menggarap bisnis Asuransi Umum dengan produk- produk Asuransi Kebakaran, Asuransi Kendaraan, Asuransi Kecelakaan diri , Asuransi Pengangkutan dan Asuransi Konstruksi dll.

PT. Penjaminan Kredit Indonesia ( Jamkrindo ) yang masih konsisten dengan core bisnis yaitu sebagai perusahaan khusus penjaminan, dan tidak tergiur merambah kebisnis Asuransi Umum seperti Asuransi Askrindo.

BUMN Perbankan, baik sebagai anak perusahaan sendiri ( kepemilikan saham mayoritas dikuasai oleh Bank ) maupun melalui kerjasama dengan Dana Pensiun Bank, menggarap juga bisnis Asuransi Umum seperti PT. Bank Mandiri dengan anak usaha PT. Mandiri AXA General Insurance ( MAGI ) berpartner dengan PT. AXA General Insurance dengan kepemilikan saham sebesar 60 %, PT.

Bank Rakyat Indonesia bulan september tahun 2019 menggarap bisnis Asuransi umum dengan mengakuisisi PT. Asuransi Bringin Sejahtera Arta makmur yang sebelumnya dimiliki oleh DAPEN BRI dan berubah nama menjadi BRI Insurance dengan kepemilikan saham 90 % .

BUMN energi PT. Pertamina ( Persero) juga menggarap bisnis Asuransi Umum , yaitu PT. Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, dengan kepemilikan saham sebesar 58,50 % sisanya dimilik oleh UOB Kay Hian Pte Ltd sebesar 15 ,75 % dan Siti Taskiyah sebesar 10,93 %, Samsung Fire and Marine Insurance Co.Ltd sebesar 5,25 %.

Baca Juga  Bisnis Online yang Membuka Pintu Rezeki

Pada tahun 2011, BUMN PT. Asuransi Jasa Raharja juga menggarap bisnis Asuransi Umum dengan kepemilikan saham sebesar 93,80 % pada PT. Asuransi Jasa Raharja Putera yang sebelumnya dimilikiOleh DAPEN Asuransi Jasa Raharja.

Kesimpulannya terdapat 4 ( lima ) Perusahaan BUMN yang memiliki bisnis Asuransi Umum diluar BUMN Asuransi yaitu PT. Bank Mandiri (Persero) ,PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero ), PT. Indonesia Reasuransi ( Indo Re ) dan PT. Pertaminan ( Persero ).

Dengan terbentuknya Holding BUMN Sektor Asuransi dan Penjaminan dibawah komando PT. Badan Pembinaan Usaha Indonesia ( BPUI), dan kiranya pembentukan ini akan membawa harapan besar untuk kemajuan bangsa.

BUMN dipercaya dapat menjadi motor penggerak sektor ekonomi nasional, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuat investasi strategis yang dapat berkontribusi untuk pemasukan
negara.

Diharapkan dengan terbentuknya holding ini menjadikan perusahaan sejenis tidak saling bersaing memperebutkan pangsa pasar dan dapat melakukan ekpansi secara bersama sama dibawah satu kontrol perusahaan.

Tentunya pengkonsolidasian ini akan membawa konsekwensi , seperti perampingan manajemen , penajaman atau fokus pada produk yang mempunyai kemiripan pada BUMN yang satu dengan lainnya yang pada akhirnya menghasilkan value added yang lebih besar dibanding kerumitannya.

Penulis optimis, dengan kekuatan modal , teknologi, jaringan, BUMN Asuransi tersebut dibawah Holding PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia ( BPUI ), dalam jangka pendek akan menjadi bpemimpin pasar Asuransi di Indonesia dan dalam jangka panjang akan memimpin pasar Asuransi di
ASEAN.

Masih adanya BUMN yang core bussines nya dibidang perbankan dan Reasuransi , masih mempunyai anak perusahaan Asuransi Umum , tentunya akan menjadi PR buat Pemerintah (Kementerian
BUMN) dalam rangka pengkosolidasian BUMN sektor yang sama, yang tujuannya untuk menghasilkan BUMN BUMN yang efektif , efesien.

Bekasi, 19 Juni 2020
*Penulis adalah Praktisi dibidang asuransi Umum Sejak tahun 1991 sd sekarang

 

Ali Asin dan Keluarga

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close