NASIONAL

Presiden Mengajak Bangsa Indonesia Melakukan Lompatan Besar. 

BARUNEWS.com, BBC Indonesia – Presiden Joko Widodo mengajak bangsa Indonesia melakukan lompatan besar. 

“Target kita saat ini bukan hanya lepas dari pandemi, bukan hanya keluar dari krisis, langkah kita adalah melakukan lompatan besar, memanfaatkan momentum krisis yang sedang terjadi. Krisis memberikan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan, melakukan lompatan transformasi besar dengan melakukan strategi besar.

“Mari kita pecahkan masalah fundamental yang kita hadapi. Kita lakukan lompatan besar untuk kemajuan signifikan, kita harus bajak momentum krisis ini,” papar Jokowi dalam sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (14/08).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perjuangan untuk menghambat penyebaran virus corona (Covid-19) sudah luar biasa. Mulai dalam mengobati pasien Covid-19 hingga mencegah kematian.

“Perjuangan untuk menghambat penyebaran COVID-19, mengobati yang sakit, dan mencegah kematian sudah luar biasa kita lakukan,” kata Jokowi.

Jokowi pun menyampaikan terima kasih kepada para tenaga medis. Juga kepada tokoh masyarakat hingga para relawan yang ikut serta menangani Covid-19.

Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pencegahan COVID-19 Jayapura

Keterangan gambar,Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pencegahan COVID-19 Jayapura mengambil sampel seorang staf Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jayapura, Papua, Rabu (22/07)

Jokowi mengatakan, dengan pandemi Covid-19 ini, reformasi fundamental di sektor kesehatan harus dipercepat. Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat harus diutamakan.

“Penguatan kapasitas SDM, pengembangan rumah sakit dan balai kesehatan, serta industri obat dan alat kesehatan harus diprioritaskan. Ketahanan dan kapasitas pelayanan kesehatan harus kita tingkatkan secara besar-besaran,” kata Jokowi.

Jokowi meminta masyarakat tetap bersyukur di peringatan HUT ke-75 RI meski semuanya berubah. Kata Jokowi, ratusan negara juga menghadapi masa sulit.

“Dalam catatan WHO, sampai dengan tanggal 13 Agustus kemarin, terdapat lebih dari 20 juta kasus di dunia, dengan jumlah kematian di dunia sebanyak 737.000 jiwa,” kata Jokowi.

“Semua negara, negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19,” imbuh Jokowi.

Pilkada

Keterangan gambar,Pelaksanaan pilkada di tengah wabah dikhawatirkan menimbulkan episentrum baru.

Politik dan ekonomi

Presiden Joko Widodo mengatakan, kehidupan berdemokrasi harus tetap berjalan meski pandemi Covid-19 belum berakhir.

Oleh karenanya, Pilkada 2020 tetap harus diselenggarakan, namun dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran virus corona.

Soal pemberantasan korupsi, Jokowi menegaskan “pemerintah tidak pernah main-main dengan upaya pemberantasan korupsi”.

“Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” katanya.

Di bidang ekonomi, Presiden Jokowi menyebutkanperekonomian Indonesia yang mengalami kontraksi.

“Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97%, tapi di kuartal kedua kita minus 5,32%,” ujar Jokowi.

Dia lantas menganalogikannya dengan komputer.

“Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara garus menjalani proses mati komputer sesaat,” kata Jokowi.

Meski begitu, Jokowi mengatakan momentum ini harus dimanfaatkan untuk memanfaatkan peluang yang tersedia guna membalikkan keadaan dari tumbuh negatif menjadi positif.

“Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya,” paparnya.

Masih mengenai ekonomi, Jokowi mengatakan seluruh masyarakat harus mendapat kesempatan kerja.

Untuk mendukung hal itu, kata Jokowi, perlu ada ekosistem nasional yang kondusif bagi perluasan kesempatan kerja yang berkualitas. Selain itu, lanjut Jokowi, penataan regulasi juga harus dilakukan.

“Regulasi yang tumpang tindih, yang merumitkan, yang menjebak semua pihak dalam risiko, harus kita sudahi,” kata Kepala Negara.

“Semua ini kita dedikasikan untuk perekonomian nasional yang adil, untuk kepentingan yang sudah bekerja, untuk kepentingan yang sedang mencari kerja, untuk mengentaskan kemiskinan, dengan menyediakan kesempatan kerja yang berkualitas seluas-luasnya,” ujar Jokowi.

Sumber BBC Indonesia

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close