NASIONALPENDIDIKAN

Angkat Motif Belido Rumpun Melur, Siswa di Palembang, Wakili Sumsel di LKS Nasional 2020

BARUNEWS, PALEMBANG-
Salah satu siswi binaan SMK Negeri 7 Palembang Devi Novalia menjadi delegasi Sumsel pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) nasional 2020.
Menariknya, Devi mengangkat kearifan lokal melalui kompetisi batik dengan motif belido rumpun melur yang telah mengangkat budaya Bumi Sriwijaya di Kancah Nasional.
Belido Rumpun Melur sendiri memiliki filosofi yang unik selain memang ikan belido sendiri menjadi icon di salah satu titik wisata di Palembang berupa patung belido di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.
“Ikan belido ini juga melambangkan orang Palembang yang pandai bersilat lidah kemudian melur itu merupakan gubahan dari bunga melati sebagaimana Palembang merupakan rumpun Melayu,” ujar Devi, Senin (19/10/2020).
Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Darmawan dan Carniawati ini
mengaku sudah mengikuti perlombaan tersebut pada 13 Oktober kemarin dan membuat motif belido rumpun melur yang menggambarkan ciri khas Kota Palembang.
“Kenapa saya pilih ini karena ikan belido juga sebagai ikonnya kota Palembang.
Semoga saya berhasil di kompetisi ini, bukan hanya membawa nama baik SMKN 7 saja tapi juga membawa nama baik Sumsel. Acaranya sudah digelar selama tiga hari yang dimulai pada 13 Oktober lalu dan saat ini tinggal menunggu hasil,” terang gadis kelahiran 13 Oktober 2020 ini.
Devi mengaku optimis dengan lomba tersebut dan berharap dapat meraih juara. Ia mengatakan saat mengikuti lomba secara virtual banyak kendala yang dihadapi salah satu yakni sinyal.
“Lomba ini digelar selama tiga hari, jadi satu hari itu berlangsung 5 jam. Dan tema lomba kemarin yakni tetap berprestasi dari rumah,” jelasnya.
Senada dengan itu dikatakan
Kepsek SMKN 7 Palembang, Bambang Riadi mengatakan, ada empat mata tangkai lomba diikuti yakni desain grapik technologi, painting, teknik tekstil dan kabinet making.
“Di tahun ini ada empat tangkai lomba yang diikuti empat siswa kita. Sebelumnya mereka telah mengikuti berbagai latihan ujicoba didampingi oleh guru pendamping,” jelasnya.
Bambang menambahkan bahwa tahun ini lombanya memang berbeda karena digelar secara virtual.
 “Jadi ada sebagian yang kita lakukan disekolah dan ada di rumah. Karena ada masalah sinyal juga jadi ada yang kita gelar di rumah siswa masing-masing,” ungkap dia.
Lanjut dia, seperti making kabinet dan desain grafik teknologi digelar di sekolah.
Ia berharap dengan adanya lomba yang diikuti siswa ini dapat masuk 10 besar.
“Dari pengalaman tahun sebelumnya tekstil ini jagoan dari SMKN 7 Palembang, kita berharap bisa raih 3 besar,” teganya.
Sementara itu dikatakan Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi, Mondyaboni mengatakan lomba LKS di tahun ini memang berbeda dari tahun sebelum-sebelumnya karena di tahun ini berlangsung ditengah pandemi.
“Jadi karena pandemi tahun ini digelar secara virtual atau daring, biasanya lomba ini digelar di satu provinsi tapi tahun ini tidak,” jelasnya.
Tahun ini ada 39 peserta yang mewakili Sumsel dengan 32 cabang perlombaan yang dilombakan dan ditambah dua pameran digital yakni diikuti SMKN 2 Kayu Agung dan SMKN 8 Palembang.
“Perlombaan ini sekarang sudah berlangsung selama dua minggu hingga minggu depan yang digelar secara virtual,” jelasnya.
Mondy mengatakan ia terus memberikan semangat bagi para peserta ini agar dapat tampil maksimal dan memberikan yang terbaik untuk Sumsel.
“Bidang lomba yang diikuti juga banyak diantaranya teknologi automobil yang diikuti SMKN 2 Palembang, painting dari SMKN 7 Palembang dan masih banyak lagi,” tegasnya.
Ia mengatakan sebelumnya para peserta ini mengikuti terlebih dahulu mengikuti tingkat kota /kabupaten lalu terpilih menjadi tingkat Provinsi yang mewakili Sumsel.
“Kita berharap dari banyak perlombaan ini setidaknya kita bisa meraih emas. Tahun lalu kita meraih juara 4,” pungkasnya. (dra)

Baca Juga  Bisnis Pemula Elektronik Dimulai dari Kecil-Kecilan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close